Rabu, 13 April 2022

Pengembangan dan inovasi blended learning pada mata pelajaran PAI

  1. Pengertian Blended Learning

    Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang  menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial

    Blended learning merupakan pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran yang berbeda serta ditemukan pada komunikasi terbuka diantara seluruh bagian yang terlibat dengan pelatihan”. Sedangkan untuk keuntungan dari penggunaan blended learning sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial yaitu:

a. Adanya interaksi antara pengajar dan mahasiswa

b. Pengajaran pun bisa secara online ataupun tatap muka langsung

c. Blended Learning = combining instructional modalities (or delivery media),

d. Blended Learning = combining instructional methods


2. Karakteristik Blended Learning

Adapun karakteristik dari blended learning yaitu:

1. Pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, gaya pembelajaran, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam.

Penggabungan model pembelajaran konvensional dengan belajar secara online bukanlah hal yang baru, dan pelengkap pembelajaran konvensional adalah e-learning. E-learning merupakan metode pembelajaran yang berfungsi sebagai pelengkap metode pembelajaran konvensional dan memberikan lebih banyak pengalaman afektif bagi pelajar. Perbedaan pembelajaran konvensional atau e-learning yaitu pada pembelajaran konvensional guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajaranya. Sedangkan didalam e-learning fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung jawab untuk pembelajarannya.

2.    Sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face to face), belajar mandiri, dan     belajar mandiri via online.

Pembelajaran blended dapat menggabungkan pembelajaran tatap muka (face-to-face) dengan pembelajaran berbasis komputer. Artinya, pembelajaran dengan pendekatan teknologi pembelajaran dengan kombinasi sumber-sumber belajar tatap muka dengan pengajar maupun yang dimuat dalam media komputer, telpon seluler atau iPhone, saluran televisi satelit, konferensi video, dan media elektronik lainnya. Pebelajar dan pengajar/fasilitator bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan utama pembelajaran blended adalah memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik pebelajar agar terjadi belajar mandiri, berkelanjutan, dan berkembang sepanjang hayat, sehingga belajar akan menjadi lebih efektif, lebih efisien, dan lebih menarik.

3.    Pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran.

Blended learning dapat membuat peserta didik lebih termotivasi untuk melakukan pembelajaran mandiri. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta didik yang online dalam pembelajaran. Disini juga peserta didik bertanya dalam suatu forum diskusi dengan guru maupun dengan peserta didik lain. Selain forum diskusi peserta didik menggunakan media  sebagai wahana untuk bertanya bertukar informasi dengan peserta didik lain.

4.    Guru dan orangtua pembelajar memiliki peran yang sama penting, guru sebagai fasilitator, dan orangtua sebagai pendukung.

blended learning merupakan pilihan terbaik untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan daya tarik yang lebih besar dalam berinteraksi antar manusia dalam lingkungan belajar yang beragam. Dan juga memberikan fasilitasi belajar yang sangat sensitif terhadap segala perbedaan karakteristik pskiologis maupun lingkungan belajar.

3. Tujuan Pengembangan Dan Inovasi blende learning pada mata pelajarab pai

      Pembelajaran blended learning hendaknya memudahkan peserta didik dan pendidik dalam menjalankan proses pendidikan serta menjadikan peserta didik dan pendidik bekerja sama guna mencapai tujuan pendidikan yang saling menguntungkan.  Pradnyana (2013)  menyebutkan tujuan dari pembelajaran blended learning adalah:

1. Membantu peserta didik untuk berkembang lebih baik di dalam proses belajar, sesuai dengan gaya belajar dan preferensi dalam belajar.

2. Menyediakan peluang yang praktis realistis bagi pendidik dan peserta didik untuk pembelajaran secara mandiri, bermanfaat, dan terus berkembang.

3. Peningkatan penjadwalan fleksibilitas bagi peserta didik, dengan menggabungkan aspek terbaik dari tatap muka dan instruksi online.

4. Kelas tatap muka dapat digunakan untuk melibatkan para peserta didik dalam pengalaman interaktif. Sedangkan porsi online memberikan peserta didik dengan konten multimedia yang kaya akan pengetahuan pada setiap saat, dan di mana saja selama peserta didik memiliki akses Internet.

5. Mengatasi masalah pembelajaran yang membutuhkan penyelesaian melalui penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi.


4. Strategi pengembangan dan inovasi blended learning pada mata pelajaran PAI


Strategi pengembangan dan inovasi  Blended learning merupakan pembelajaran yang 

mengintegrasikan pembelajaran tradisional tatap muka dan pembelajaran berbasis 

komputer (online dan offline) serta beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh 

guru dan siswa (Wasis, 2011). Ini menunjukkan bahwa blended learning merupakan strategi pembelajaran yang fleksibel karena tidak tergantung oleh waktu dan tempat untuk belajar. Pembelajaran ini menawarkan beberapa kemudahan karena pembelajaran dengan komputer tidak sepenuhnya menghilangkan pembelajaran tatap muka. 

Dalam penerapan strategi blended learning, siswa diberikan media pembelajaranyang dapat dipelajari secara offline sehingga siswa dapat mengamati gambar atau simulasi yang ada untuk    mendapatkan informasi dari materi yang akan dipelajari agar kemudian timbul pertanyaan-pertanyaan dalam diri siswa. Selain itu siswa juga dapat mengakses informasi melalui media online sebagai bahan pendukung. Selanjutnya siswa akan mendiskusikan permasalahan yang 

diberikan guru dalam kegiatan tatap muka berdasarkan informasi yang didapat 

sebelumnya, dan di sini guru bertindak sebagai fasilitator untuk meluruskan miskonsepsi 

siswa. Dengan kegiatan tersebut siswa dapat mengasosiasikan ilmu yang diperolehnya 

untuk menyelesaikan permasalahan yang lebih kompleks hingga dapat 

mengkomunikasikannya kepada guru atau siswa lainnya.


5. Langkah-langkah pengembangan dan inovasi Blended Learning pada mata pelajaran pai

Menurut Profesor Steve Slemer  menyarankan enam tahapan dalam merancang dan  menyelenggarakan  Blendeed Learning agar hasilnya optimal , diantaranya :

- Menetapkan macam dan Materi bahan Ajar. Pendidik harus paham betul bahan ajar yang seperti apa yang relevan diterapkan pada pendidikan jarak jauh (PJJ) yang sebagian dilakukan secara face to face dan secara face to face dan secara online.

- Menetapkan rancangan dari blendeed learning yang digunakan. Rancangan harus dirancang dengan baik agar rancangan  pembelajaran yang dibuat benar-benar relevan dan memudahkan sistem pembelajaran face to face dan jarak jauh.

- Menetapkan format Online Learning. Apakah bahan ajar tersedia dalam format PDF, video.

- Melakukan uji terhadap rancangan yang dibuat, tujuannya untuk mengetahui apakah sistem pembelajaran ini sudah berjalan dengan baik atau belum, termasuk bagaimana efektivitas dan efisiensi dari rancangan yang kita buat.

- Menyelenggarakan blended learning dengan baik. Tentunya sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi terkait pengenalan tugas, cara akses terhadap bahan ajar dan lain-lain.

- Menyiapkan kriteria untuk evaluasi.

6. Contoh hasil pengembangan dan inovasi blended learning pada mata pelajaran pai di era society 5.0

   Salah satu contoh penerapan blended learning ini saat siswa belajar menggunakan dua pendekatan sekaligus. Artinya, siswa menggunakan dua metode sistem belajar, secara daring dan juga secara tatap muka melalui video conference. Dalam metode pembelajaran ini, siswa diminta mempelajari materi yang akan diajarkan guru.

  Materi tersebut bisa berupa modul atau video pembelajaran yang akan diberikan oleh guru sebelum kelas Zoom atau Google Meet dimulai. Jadi, saat Zoom atau Google Meet berlangsung, guru tinggal menyampaikan poin penting pembelajaran dan selanjutnya guru berinteraksi langsung dengan siswa melalui video conference tersebut.

   Siswa bisa berinteraksi baik bertanya maupun berdiskusi mengenai materi yang dibahas. Jadi, meskipun siswa dan guru tidak melakukan pembelajaran tatap muka, kedua pihak masih bisa berinteraksi layaknya saat di sekolah. Sedangkan siswa yang tidak dapat mengikuti Zoom atau Meet bisa melihat rekaman yang dibagikan guru.

   Jadi siswa yang lainnya tidak akan ketinggalan pelajaran dengan teman lainnya karena saat Zoom atau Meet berhalangan hadir. Rekaman tersebut di-setting dapat diulang-ulang sampai siswa benar-benar paham dengan materi yang diberikan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengembangan dan inovasi blended learning pada mata pelajaran PAI

   1. Pengertian Blended Learning     Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang  menggabungkan berbagai cara penyampaian,...